THANK YOU

Monday, February 14, 2011

Aku Merindui mu





Sudikah kalian semua m’baca Kisah Cinta yg ingin nani coretkan di sini????? Sudikanlah diri kalian m’luangkn sedikit masa m’baca kisah cinta ini…. Mudah-mudahan kalian sentiasa dibawah keredhaan Allah. Kisah cinta yang nani ingin coretkan adalah kisah p’jalanan hidup junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. kisah ibu dan bapa baginda……… kisah kehidupan seorang anak yatim yang sentiasa dalam lindungan Allah s.w.t. marilah sama-sama kita mengenali junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W. nabi terakhir yang diutuskan oleh Allah….



PERKAHWINAN 'ABDULLAH DENGAN AMINAH Usia Abdul Muthalib sudah hampir mencapai tujuh puluh tahun atau lebih tatkala Abrahah menyerang Makkah dan cuba menghancurkan Ka'bah. Ketika itu umur anaknya, 'Abdullah sudah dua puluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikahwinkan. Pilihan Abdul Muthalib jatuh kepada Aminah binti Wahab bin 'Abdul Manaf bin Zuhra - pemimpin suku Zuhra ketika itu yang amat sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat.

Maka pergilah anak-beranak itu hendak mengunjungi keluarga Zuhra. 'Abdul Muthalib dengan anaknya menemui Wahab dan melamar puterinya. Sebahagian penulis sejarah berpendapat, bahwa mereka pergi menemui Uhyab, bapa saudara Aminah, kerana waktu itu ayahnya sudah meninggal dunia dan dia di bawah asuhan bapa saudaranya.

Lamaran 'Abdul Mutalib itu diterima dengan amat gembiranya oleh keluarga Zuhra. Persiapan pun dibuat untuk melangsungkan hari kebesaran bagi kedua-dua pengantin yang sama padan bagai pinang dibelah dua itu. Pada hari perkawinan 'Abdullah dengan Aminah itu, Abdul Muthalib juga berkahwin dengan Hala, sepupu Aminah. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, bapa saudara Rasulullah SAW. 'Abdullah bersama Aminah tinggal selama tiga hari di rumah Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan 'Arab di mana perkahwinan dilangsungkan di rumah keluarga pengantin perempuan.

Sesudah itu mereka pindah bersama-sama ke keluarga Abdul Muthalib.

Muhammad Al-Amin, dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi'ul awal tahun gajah atau bertepatan dengan tahun 570 Masehi. Terlahir dari Ibu bernama Siti Aminah Binti Wahab dan ayahnya Abdullah Bin Abdul Muthalib, keturunan Bani Ismail, putra Nabi besar Ibrahim as yang dijanjikan oleh Allah, dan sekaligus merupakan kakak dari Nabi Ishak, putra Nabi Ibrahim dari Siti Sarah yang menurunkan Nabi-nabi besar untuk umat Israel.

Sang ayah, Abdullah, meninggal di Yastrib dalam perjalanan berdagangnya, jauh hari sebelum Muhammad dilahirkan. Ketika beliau masih bayi, selain menyusu kepada ibu kandungnya, Muhammad juga pernah disusui oleh Tsuwaibah Al Aslamyah dari Bani Aslam yang juga budak dari Abu Lahab, bersama-sama dengan Hamzah bin Abdul Muthalib pamannya yang sebaya usianya dengan Muhammad, dan selanjutnya menyusu kepada Halimah Al- Sa'diyah, dari Bani Sa'ad yang terletak antara Mekkah dan Thaif yang bersuamikan Abu Zuaib. Sejak dari kandungan ibunya, hingga ia lahir, Muhammad sudah menunjukkan berbagai mukjizatnya sebagai tanda-tanda kenabiannya kelak dikemudian hari. Setelah masa penyusuannya usai, Muhammad kembali kepelukan ibunya, Siti Aminah.

Setahun kemudian, Muhammad kecil beserta ibunya dan seorang inang pengasuhnya bernama Ummu Aiman melakukan ziarah kemakam Abdullah, ayah Muhammad dan suami Aminah di Yastrib. Selama satu bulan mereka tinggal di Yastrib dengan menumpang dirumah keluarga mereka dari Bani Najjar. Dalam perjalanan pulang kembali kekota Mekkah, tepat disebuah desa bernama Abwaa', Aminah jatuh sakit dan wafat disana, waktu itu usia Muhammad sudah 6 tahun. Karena jaraknya kekota Mekkah masih cukup jauh, akhirnya jenazah Aminah dikuburkan didesa Abwaa' tersebut dan Muhammad beserta inangnya, Ummu Aiman kembali kekota Mekkah berdua.

Abdullah telah pergi, Aminah pun telah pula pergi setelah keduanya melakukan kewajiban yang diamanatkan kepada keduanya. Anak yang mulia itu kini menjadi yatim piatu seperti kehendak Allah, kehilangan ibu sebagaimana ia telah lebih dulu kehilangan ayah, tidak ada lagi yang akan menolongnya dalam segenap hal selain daripada Allah yang sudah mentakdirkan sekalian takdir.

2 comments:

afiqahairil said...

selawat dan salam ke atas Baginda.

korro suffian said...

allahummasolli ala' sayyidina muhammad wa'ala alihi wasohbihi wasallim... Ya ALLAH sejahterakanlah nabi junjungan besar nabi muhammad beserta keluarga dan para solihin... sesungguhnya tiada riwayat yang lebih indah selain riwayat hidup baginda nabi muhammad, penghulu sekalian manusia... terharu sgt2 dengan ketabahanmu..keikhlasanmu..kesungguhanmu menegakan dan membela nasib agama islam yang syumul ini... semoga cintaku padamu tetap dalam hatiku dan semoga ianya berkembang mekar .. amin...